Advertisement
  1. Music & Audio
  2. Blog

Dari Tuts+ ke AudioJungle

by
Read Time:7 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Nasruddin (you can also view the original English article)

Menghabiskan sebagian besar waktu saya di Envato mengerjakan Tuts+ dan memberitahu orang-orang betapa banyak hal-hal luar biasa disana adalah untuk belajar, tahun lalu saya memutuskan inilah saatnya menggali lebih dalam.  Saya ingin mencoba sebaik apa konten Tuts+ yang sebenarnya menyajikan kebutuhan penyedia dan penulis pelayanan komunitas kita.

Maka saya menyusun tujuan pribadi untuk membuat produk yang bisa dijual di Envato Market, dan akan bertujuan memakai konten Tuts+ untuk mengisi kekosongan pengetahuan agar saya bisa berada di sana.

Baik.  Ummm.  Jadi Apa yang Harus Saya Buat?

Saya telah memikirkan tentang ini belakangan ini. Sebagai seorang pengembang terkemuka yang setengah pensiun, saya telah melakukan sedikit penjelajahan melalui kategori produk ThemeForest dan CodeCanyon, mencari sudut untuk diisi.

Opsinya sedikit, tetapi akhirnya saya menyadari bahwa banyak pekerjaan yang hampir saya kerjakan akan terjadi setelah berjam-jam.  Apakah saya benar-benar ingin menghabiskan malam dan akhir pekan menulis satu projek?  Jadinya tidak saya lakukan.  Jadi saya malah memilih mengikuti keinginan saya.

Saya telah bermain drum sejak lagu Kiss oleh Peter Criss menginspirasi saya membeli satu set stik di akhir tahun 1970.  Dia memiliki otot besar, dan tentunya memainkan drum adalah jalannya bagi anak kurus untuk mendapatkan otot itu.  Otot lengannya tak pernah muncul, tetapi kecintaannya akan bermain musik bersama teman-teman itu ada.

Salah seorang teman tersebut adalah rekan saya Mark, gitaris berbakat dengan pendengaran yang luar biasa akan melapisi ritme dan melodi yang rumit hingga menjadi aransemen lagu yang sangat menarik.  Saya mengadakan ide berspekulasi ke dalam dunia stok audio bersamanya, dan beruntungnya dia sangat ingin mencobanya.  AudioJungle, inilah dia!

Kami Akan Merekam Musik!  Tunggu, Tidakkah Itu Sangat Mahal?

Dulu memang begitu.  Selama bertahun-tahun kami berdua telah menghabiskan separuh dari pergantian waktu luang saat perekaman studio dan bakat.  Tetapi saya memiliki kecurigaan bahwa Macbook Air 2011 yang berada di atas meja saya kemungkinan sekarang telah berkali-kali memproses kekuatan komputer desktop mesin rekaman kami yang sudah digunakan di awal tahun 2000-an.  Pastinya kami bisa memulai projek rekaman kami di situ, bukan?

Cameron working on a recording project on his MacBook AirCameron working on a recording project on his MacBook AirCameron working on a recording project on his MacBook Air

Kebebasan adalah Harga yang Cukup Meyakinkan

Pemilihan waktu kami untuk memulai projek ini di tahun 2014 sudah cukup bagus, seperti Apple yang baru membuat GarageBand gratis di tahun sebelumnya.  Saya sudah memilikinya di komputer saya jadi tidak terlalu mengerjakan tool berbasis riset lain, meskipun “Apa DAW Terbaik untuk Pemula” akan menjadi awalan yang bagus. 

Terhubung

Oke, kita sudah mencapai prosesnya..  Kami memiliki sebuah komputer dan sebuah aplikasi (yang disebut dibidangnya Digital Audio Workstation atau DAW) yang membiarkan kita melakukan rekaman multi-track.  Bagus!  Jadi… bagaimana kita memasukkan musik kita ke komputer?  Macbook Air saya tidak ada port yang akan mengakomodasi kabel audio apapun yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun.  USB tampaknya hanya satu-satunya pilihan koneksi saya.  Saya memerlukan beberapa jenis antarmuka untuk memasukkan audio ke -- tunggu sebentar!

Saat mengutak-atik peti kabel saya barusan, saya menemukan antarmuka audio Griffin iMic USB.  Saya yakin tidak ada mesin bunyi yang serius akan mempertimbangkan manfaat perangkat ini untuk rekaman musik profesional, tetapi saat anda mulai penuh antusias dan semangat mendapat hasil, apapun akan dilakukani!

Setelah penggunaan adapter yang tidak diperlukan (agar plug, kabel dan titik bisa terhubung) dan sedikit menghambur waktu, akhirnya berhasil. Kami bisa menghubungkan gitar atau mikropon dan merekam suara ke GarageBand!

Mark playing guitar with the sound being recorded in the backgroundMark playing guitar with the sound being recorded in the backgroundMark playing guitar with the sound being recorded in the background

(Kami kemudian memperbaharui antarmuka audio kami ke Rolang Duo-Capture EX dan sudah puas dengan hasilnya.  Tetapi peringatan, membuat pilihan antarmuka audio bisa jadi sulit, karena banyak hal yang dipertimbangkan.)

Mari Merekam!

Seperti yang saya sebut sebelumnya, Mark dan saya sama-sama menghabiskan waktu menonton mesin audio luar biasa saat bekerja di studio.  Dengan begitu, kami punya ide yang cukup bagus dari prosesi rekaman multi-track, meskipun tidak satupun dari kami pernah duduk di konsol dan benar-benar menekan tombol merah.  Tetapi jika anda benar-benar memulai dari nol, mungkin lebih baik melakukan sedikit membaca bagaimana mengerjakan rekaman pertama anda.

Maka kami membuka GarageBand, membuat projek, dan mulai merekam beberapa suara gitar.  GarageBand ini cukup intuitif dan sudah punya cukup fitur untuk mencapai hasil yang bagus tanpa berlebihan.  Kami pastinya membuat banyak kesalahan, dan benar-benar macet di satu atau dua contoh, tetapi rasanya selalu mulai dengan cepat melalui bantuan manual GarageBand atau pencarian web cepat.

Kami menggunakan simulator amp gitar yang sudah terpasang dan mengetahui beberapa bunyi yang menarik.  Mark sedang bermain saat saya menekan tombol, mengeksplorasi opsi dan perlahan membuat beberapa pengetahuan langsung tentang proses rekaman.  Sekitar satu jam sampai ke sesi rekaman pertama kami di Selasa malam, kami menemukan bahwa salah satu rekaman Mark memiliki alur yang benar-benar bagus dan kemungkinan bisa menjadi sesuatu…

Closeup of Mark playing guitarCloseup of Mark playing guitarCloseup of Mark playing guitar

Mixing

Selama Selasa yang berikutnya kami mengambil trek gitar asli dan menambah beberapa gitar bass, sedikit lapisan lebih untuk gitar elektrik, beberapa drum dan bantalan keyboard halus.  Saat kita cukup beruntung dengan tersedianya instrumen tersebut, gitar menjadi satu-satunya yang esensial.  Kini anda dapat memperoleh beberapa hasil keyboard dan alat perkusi yang luar biasa dengan pengetahuan MIDI dasar.  Dan, seperti halnya dengan musik, terkadang kurang itu lebih. 

Dengan semua trek yang ada, kini kami perlu menggabungkannya.  Ini beralih jadi ada lebih banyak trek untuk digabungkan dari pada hanya panning dan menyesuaikan tingkat volume.  Dengan membaca sepintas bagian-bagian panduan belajar mixing 3D ini, saya mampu menarik cukup pengetahuan pada ekualiasasi, kompresi, efek dan kedalaman untuk membuat trek kami menjadi bentuk dasar.  Segala hal mulai berjalan lancar sekarang.  Tetapi akankah cukup baik untuk membuatnya berhasil melewati pengulas AudioJungle?

Seni Mastering yang Misterius

Dengan sebagian besar projek rekaman individu kami selama bertahun-tahun, setelah mesinnya telah selesai menggabungkan lagu, lagunya dikirim untuk disempurnakan.  Lagunya selalu kembali terdengar lebih baik dari saat dibiarkan, tetapi apa yang sebenarnya terjadi dalam prosesi ini menjadi misteri.

Saya tahu lagu kami perlu mastering, jadi dengan semangat mendapatkan hasil dengan apapun yang saya punya, saya mulai proses tersebut menggunakan  editor suara terbuka, Audacity

Saya sudah mencoba dengan Audacity di masa lampau hanya untuk menyunting file WAV sesekali, dan saat sedang melakukannya saya tersadar ada banyak opsi yang terselip di belakang menu utama item.  Saya menelusuri beberapa artikel pemula dalam mastering dan menghabiskan waktu membaca tentang persisnya apa yang terjadi selama prosesi ini.

Saya akan akui, arus kerja disini cukup tidak praktis, khususnya penuntasan dengan banyak  eksperimen yang menyedihkan.  Saya menambahkan EQ, kompresi, kenyaringan dan batasan dalam jumlah dan kombinasi yang berbeda-beda, dan kemudian mengekspor berkas utamanya ke Dropbox dan mendengarkannya sebanyak sistem suara dan speaker yang saya bisa.

Tak dapat dihindari, ketika suaranya terdengar bagus bagi saya, akan menjadi kurang di perangkat lain.  Maka saya akan kembali ke Audacity dan mengerjakannya lagi.  Dan lagi.  Setelah mengulang-ulang proses ini 11 atau 12 kali, saya akhirnya mendapat trek yang terdengar solid pada uji coba semua perangkat saya.  Kami berhasil!

(Saya telah memperhalus pendekatan kami dalam mastering melalui pembelian Ozone 6 setelah menonton pengenalan Mo Volan yang mengagumkan pada bagian software mastering yang sangat baik ini.)

Cameron doing some audio editing on the computerCameron doing some audio editing on the computerCameron doing some audio editing on the computer

Trek Selesai! Apa Selanjutnya?

Dua bulan dari Selasa malam sesudah menekan tombol rekam pertama kali di GarageBand, kami telah melengkapi trek kami.  Meskipun saya mungkin mendengarkan potongannya sedikitnya 200 kali selama keseluruhan proses rekaman, meixing dan mastering. Saya masih benar-benar merasa hal itu menjadi tanda yang bagus, pastinya!

Saya juga telah terpengaruh dengan betapa bagus postingan pada topik Musik & Audio Tuts+ yang telah melayani kita hingga sejauh ini.  Tentu saja, saya sesekali menemukan diri saya memeriksa sumber lain (dan akan mendorong yang lain melakukan hal yang serupa), tetapi secara keseluruhan sebenarnya sudah cukup luas jumlah konten untuk pemula dalam jaringan kita.

Kini, dilengkapi dengan sesuatu yang kita yakini ini seharga penjualan, saatnya menuju AudioJungle, buat sebuah akun, dan lihat jika penjaga tim peninjau menyetujui…

Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.